Buat Saudara Muslimku di Tolikara, Karubaga Papua

Di Catatan, Tamu Penulis 824 views

Buat Saudara Muslimku di Tolikara, Karubaga Papua – Wahai saudara seimanku di Tolikara Karubaga Papua, sungguh sedih hati ini. Mendengar berita yang tidak menyenangkan. Dimana kita sedang berbahagia di hari yang fitri, tapi kalian justru bersedih.

Saudara muslimku yang di Rahmati Allah, dengan peristiwa ini, semoga kekuatan iman dan tauhid kalaian semakin bertambah kuat, jangan lupa doakan saya juga agar menjadi muslim yang taat.

Bersabarlah, tersenyumlah kalian walau dalam keadaan sedih dan pilu. Yakinlah pada kehendak Allah Subhaanahu Wata ala. Pasti dibalik semua ini ada rencana-Nya yang amat mulia. Semakin Allah sayang pada hamba-Nya semakin pula hamba diberi ujian.

Disaat ujian datang apakah kita bersabar dan tawakkal? atau justru sebaliknya?, mengeluh dan terhina. Oh tidak! jadilah muslim yang kuat dari berbagai cobaan dunia.Muslim yang ramah dan santun terhadap siapa saja. Muslim yang sanggup memaafkan, begitulah contoh Nabi kita.

Mungkian kalian anggap omongan ini tidak ada manfaatnya, karena tidak merasakan apa yang kalian sedang alami saat ini.

Saudaraku, hati ini juga sama dengan kalian disana. Menangis pilu bercampur apa saja, apakah lantas kita harus marah?, oh jangan, sekali jangan. Ingat betapa baiknya budi pekerti Nabi kita Nabi Muhammad Shallallahu Alahi Wasallam. Beliau adalah uswatun hasanah, dan wajib kita umatnya mengikuti jejaknya.

Saudara, saya benar-benar turut prihatin dan sanubari ingin sekali menuju ke kediaman saudaraku. Tapi karena jarak yang jauh dan biaya tidak ada, saya cuma bisa berdoa, semoga Allah meRahmati kalian, amin.

keadaan masjid saat shalat idul fitri 1436 h di papua

sumber gambar: dakwatuna.com

Lihatlah api itu, api yang meratakan seluruh bangunan masjid saat itu. Dan api yang membakar puluhan rumah kios kala itu,sungguh sedih hati ini. Saya percaya pedihnya hati ini tidak sepedih kalian yang langsung mengalami kala itu.

Saudaraku, saya punya sedikit pandangan yang berbeda dari kebanyakan. Saya berharap jadikanlah api itu sebagai pembakar dosa-dosa kita atas maksiat-maksiat kepad Allah swt, yang sudah kita lakukan. Jadikanlah alat bakar/motivasi untuk tambah berbakti kita kepada Allah dan Rasul_Nya.

[ Tawakal: Muhammad bin Abi Imran mengatakan, Saya mendengar Hatim Al-Asham sedang ditanyai seseorang, Atas dasar apa Anda memerintahkan ini dalam bertawakkal kepada Allah?

Dia menjawab, Atas dasar empat hal: Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka tenanglah jiwaku, Aku tahu bahwa amalku tidak dikerjakan orang lain, maka aku disibukkannya.Aku tahu bahwa kematian mrndatangiku dengan tiba-tiba, maka aku cepat-cepat menyongsongnya; dan aku tahu bahwa aku tidak pernah terlepas dari pantauan Allah, di manapun aku berada, maka aku malu kepada-Nya.

“Mereka yang dibelahan barat dan timur mengira, orang asing itu meski mulia tetap saja hina, jawaban saya kepada mereka bahwa orang asing itu bila bertakwa, meski terlepas dari rombongannya tetap saja mulia.”

Abdullah bin Al-Mubarak berkata, Wahai anak Adam, bersiaplah untuk kehilangan dunia, taatilah Allah sebesar kepentinganmu kepada-Nya. Sulutilah kemarahan Allah sebesar ketahanmu terhadap api neraka.

Maha Suci Allah, Rabb kami, tidak bisa kami menghitung-hiyung pujian atasMu, Kamu sebagaimana Kamu memuji diri-Mu sendiri. Kami mendurhakai-Mu karena kebodohan kami, dan Engkau mengampuni dengan Rahmat-Mu.

Al-Fudhail bin Iyadh melukiskan keadaan orang mukmin di dunia ini dengan perkataannya, “Orang mukmin di dunia sangat bersungkawa dan menyesal. Rasa sungkawa itu sebagai rongga mulut untuk menelan perbekalannya. Barangsiapa yang sikapnya demikian, hasratnya tertumpu untuk mengumpulkan bekal yang bermafaat baginya kelak ketika kembali ketempat tinggalnya. Dia tidak bermaksud menyaingi penduduk setempat yang justru melihatnya sebagai orang asing menurut ukuran kemuliaan mereka, dan tidak pula merasa cemas karena hina dimata mereka.

Sesungguhnya dunia itu fana, segala isi dunia rusak belaka, dunia itu sebenarnya penuh tidak berongga, oleh rajutan-rajutan laba-laba.

Wahaib bin Al-Ward berkata, “Jaga jangan sampai Anda, di depan, mengutuk iblis tetapi, di belakang, menjadi temannya.”

Adalah iblis, nafsu yang senantiasa menyuruh kepada yang keji, dan juga hawa nafsu yang meneguhkan benteng-bentengnya untuk menghalangi orang muslim dari agamanya dan menghiasinya dengan batu sandungan. Di dunia ini, ketiganya berusaha untuk menghalangi orang muslim dari kebenaran dan menghiasinya dengan kemaksiatan.]

Saudaraku yang di sana, bersabarlah kalian, tetap ramah dengan senyuman iman.Dan semoga Allah memuliakan kita semua, dan kedamaian segera tiba di tempat kalian Tolikara Karubaga Papua, amin ya Rabbal Alamin. (Rahma)

Tags: #Catatan #Tamu Penulis

author
Penulis: 

Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet.

Jadikan media sebagai informasi yang bisa membawa manfaat.

Silahkan bagikan ke sahabat, kerabat Anda jika artikel diatas ada manfa’atnya.

Inilah 4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka
Inilah 4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka
4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka– Tahukah Anda?,
Kenapa Situs Trading Forex FBS.com diblokir, Apakah Penipuan?
Kenapa Situs Trading Forex FBS.com diblokir, Apakah Penipuan?
Adshuda.com, Di Tahun 2016 ini, Kementrian Kominfo
Benarkah Istri Suka Bersolek Sumber Petaka Rumah Tangga?, Berikut Penjelasannya
Benarkah Istri Suka Bersolek Sumber Petaka Rumah Tangga?, Berikut Penjelasannya
Berdandan atau bersolek adalah merupakan fitrah wanita
Baca Juga×

Top